Lelah Menerima


Ku dengar kau cinta sangat padanya
Ku dengar hatimu kini miliknya
Dia kan menjadi teman sehidup dan semati
Aku menjadi sahabatmu
Siksanya mengakui kau teman biasa
Terpaksa ku terima itu hakikatnya
Yang pasti aku tak mau lupakan cinta
Kau percik api membakar kenangan lama
Aku tak tahu menilai cintamu
Aku tak mampu pertahankan
Tinggalkanku, perlahan-lahan ku terima
Semakin ku sakit, semakin kau bahagia
Mengapakah aku jadi lemah
Sungguh ku tak sangka dia membawa jantungku bersamamu
Sayang, itu semua dulu
Saat aku kejar-kejarin kamu
Saat aku termimpi-mimpi kamu
Saat aku mau dekat sama kamu
Saat tiap masa aku disitu
Setia disisi, seperti selalu..

Sayang, dulu kau acuhkan aku.
Tapi, itu semua dulu.

Kini, aku bahagia dengan hidup aku.

P/s: Sekadar mengenang dengan penuh tenang. hats off. 

No comments: