Melankolik

Adakah kau juga berdiri di garisan yang sama
Tegak memacak seperti aku yang kekaburan..
Kerana tiap ruang-ruang kosong yang tercipta,
Ada sendu yang aku pendam di balik tawa..
Ada rindu yang aku pikul di balik dada.

Di malam itu,
Kita bicarakan tentang apa-apa yang kita rasa;
Tentang semua yang kita lalui, yang terjadi tiap masa.
Dan aku adalah aku; engkau adalah engkau.
Kita adalah kita yang sebenar-benarnya;
Tanpa topeng-topeng pelik yang jelik,
Tanpa momen-momen janggal yang tinggal,
Tanpa jarak dan ruang sunyi - terisi.

Tapi hari ini - saat ini,
Aku merasakan sebuah perasaan melankolik yang abadi,
Tiada yang terdaya melainkan sisa-sisa rasa..
Ternyata yang aku cuba selama ini cumalah sia,
Yang selalu di ingin makin hari makin dingin..

Bedanya kita kini,
Mungkin aku saja yang cuba fahami..
Sedangkan kau tak pernah mengerti.
Kita adalah secebis kenangan dalam ruang-ruang sepi.
Tak bisa ketemu ...
Tapi selalu bisa merenung.

Aku 'kan tenung; terus merenung tanpa raung.
Kerana kita, adalah sebuah kita yang kita cipta.

No comments: