Di Jawa Barat

Ada sordadu-sordadu Indonesia yang tangkas di medan perang,
Ada anak-anak kecil yang berlari riang di tengah padang,
Tapi akal nakalku masih melekat utuh diwajahmu, manisku.
Tika kita berkejaran di waktu riang,
Juga tika kita kekal erat di waktu-waktu senang,
--- sambil tersenyum gembira dalam hembusan nafas yang tenang.

Ada malaikat-malaikat kecil yang tekun menulis sejarah hidupku,
Ada tawa-tawa girang di gambaran waktu gembira kita yang enak,
Tapi hatiku masih ingin disisimu, sayangku.
Seperti picisan momen kita yang masih indah menyegar di minda kecilku. 
Seperti gelak-tawa dan senyum yang tak pernah lekang di bibirku saat bersamamu.

Dunia ini terlalu aneh;
Kerna adakalanya aku ingin tetap disisimu.
Adakalanya pula aku ingin menjauh berbatu-batu.

Asbab terulung adalah takdir dan liku-liku jalannya yang tetap.
Kekal, cantik dan tak ter-ubahkan.

Tuhan tak pernah salah dalam mengimbang,
Kita tak pernah silap dalam penerimaan.
Yang ada cuma; akur dan izin.

Bandar Bandung, Jawa Barat-Indonesia.
Sabtu, 1445.

No comments: