Di Tapak Yang Asing

Aku ingin tetap disini, di daerah yang nyaman; Segar mewangi.
Terus kekal mekar dan abadi.

Seperti pohon-pohon yang merimbun hidup,
Juga daun-daun yang hijau terlarut,
Kebersamaan itu bakal terlerai
--- berguguran dan mereput, sayang.
Bakal, dan tak tersangkal walau sehandal mana kau kawal.

Semoga waktu kita tak-ter-lewat-kan.
Semoga rasa itu tak-ter-ubah-kan.

 Dan duli-duli yang beterbangan mati itu adalah
-- Satu perjudian oleh makhluk yang hilang akal.



23 Februari 2015, 
3:44 p.m. - Empangan Semenyih

No comments: