Nota Atas Angin

Rindu itu perkara yang aneh;
Mendukung ia terasaa sakit,
Bebannya pula seolah menanggung sebuah gunung berapi yang sedang berasap
Menanti masa untuk meletup kuat
Dan muntahkan lahar yang hangat.
Namun dalam berasap-kuat-hangat itu,
Ia mampu memulihkan hati yang dingin.

Adakalanya ia datang dan menyentuh lembut;
Segala isi bumi dan kupu-kupu berterbangan berlagu riang.
Gubahan memori dalam bait nota dan picisan foto itu,
Aku susun rapat-rapat, dekat-dekat, dakap-erat.
Sebelum diterbangkan pada angin yang dihembuskan Tuhan
untuk kita ditemukan dari kejauhan - di atas helai-helai kertas;
Yang putih namun renyuknya jelas kelihatan.

Walau tak mampu aku noktahkan perjalanan kita yang terlalu panjang ini;
namun ritma, tanda dan sabdu masih lagi berbunyi sunyi.

Seperti mati.
Apa yang kita lakukan itu terlalu jahat;
diluar batas logika dan akal fikir yang nakal.
Ada yang bertanya entah sampai bila--
Aku cuma mampu senyum sambil berkata,
Sampai bila-bila.