Sa-purnama

Terlalu lama purnama demi purnama berlalu,
Hingga tiga-puluh-tiga minit
dan enam-belas saat itu terasa begitu bernyawa.

Setiap detik, saat, nafas dan detak dentum itu menghitung.
Sepantas mana pun berlari tetap tidak ter-hitung.
Tidak ada talian hayat hari ini.
Tidak ada tabung oksigen menanti.

Ah, separa mati.

No comments: