Sabda Rindu

Aku kira ia bermula daripada satu, dua, tiga hingga lapan kesemuanya.
Terlalu lama rasanya purnama demi purnama berlalu;
Hingga setiap kata yang terucap
walau dalam selitan kota yang maha gila,
-- Terlalu mahal harganya.

Setelah kau puas bertanya-tanya dalam satu penantian yang tidak pasti;
Lihat, tanda-tanya itu.
Di atas garis halus yang memisahkan antara dua bendera yang berpaksikan janji,
Dan jurang yang memisahkan kita;
Terlalu indah, tak mampu ku tawani.

Namun rapat rapi gigi di sebalik senyuman itu terlalu kukuh;
Ah! Aku tak bisa meloloskan diri.





No comments: